Memuat...
;
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un : Sahidnya Istri Ku Tercinta

.
0 komentar

Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un.

Istri ku tercinta telah berpulang ke Rahmatullah setelah melahirkan anak laki-laki di Rumah Sakit Umum Mataram dan anak yang ku cintai dan malang di tinggal ibunya dan tidak dapat mimik dan di peluk sama ibunya.

Tanggal perkiraan melahirkan istri ku tercinta adalah tanggal 27 Pebruari 2010 tapi maju dua minggu disebabkan istri ku ke Deman Berdarah.

Ceritanya begini :
Malam minggu istri ku terserang demam yang amat panas dan minggu subuh langsung saya bawa ku IGD Rumah Sakit Umum Mataram, setelah diperiksa sama dokter yang bertugas istriku cuma dikasih obat Amoksilin (3 buah) dan Parasetamol (3 buah) dan kami pun dibolehkan pulang. Setelah dirumah saya kasih istri saya minum obat dan setelah minum obat yang pertama demam istriku turun tapi berselang beberapa jam demamnya semakin tinggi.
Keesokan harinya senin tanggal 1 Pebruari 2010 kami pergi ke puskesmas untuk kontrol kandungan istri saya dan disana di cek sama bidang, setelah dicek dan dilihat binti-bintik merahnya istriku langsung di rujuk ke Rumah Sakit Umum Mataram di Poli Kandungan dan di Poli Kandungan, kandungan istri ku di cek dan ternyata anak kami dinyatakan sehat. Dari Poli Kandungan istri ku di rujuk ke Poli penyakit dalam tapi karena sudah siang kami pulang.
Keesokan harinya Selasa 2 Pebruari 2010 kami kembali lagi ke Rumah Sakit Umum Mataram untuk kembali mengecek di Poli Penyakit Dalam, karena di poli ini sangat rame, kami dipanggil udah siang hari dan dalam keadaan istri ku yang demam dan lemah. Di Poli Penyakit Dalam dokternya cuma tanya sedikit dan langsung kami di suruh untuk cek darah, kami keluar dan langsung ke Laboratorium tapi udah tutup, kami pulang dan akan kembali lagi besoknya.
Sore harinya istri ku bilang kalo dia mengeluarkan darah dan magrib saya langsung bawa ke IGD dan di IGD kami rawat inap. Selama di rawat inap setiap istri ku mengeluarkan darah dia kesakitan terus, kata orang biasa karena mau melahirkan emang seperti itu.
Keesokan harinya Rabu 3 Pebruari 2010, persis di sore hari istri saya di pindahkan dari ruang IGD ke ruang persalinan karena bidan bilang sudah bukaan 3, kami tunggu-tunggu hari itu juga tidak keluar. Tapi saya sangat cemas karena istri saya masih Deman Berdarah dan trombositnya jauh turuh saya khawatir akan terjadi pendarahan.
Kamis 4 Pebruari 2010 tepatnya magrib saat orang azan, istri saya berjuang keras dengan untuk melahirkan bayi kami dan plus....keluarlah bayi kami, tapi keadaan istri saya sangat capek dan melelahkan sampi-sampai istri saya tidak bisa keluar suaranya untuk ngomong dan ternyata istri saya tidak pendarahan.
Tengah malam sekitar pukul 01.00 Wita istri saya mau kencing dan dipasangkan alat bantuk oleh bidang yang merawat dan saya perhatikan bidang itu salah masang alat bantu kencing itu dan keluarlah darah yang banyak (pendarahan) dan setelah itu masuklah yang bidang senior untuk memasangkan alat bantu itu dan istri saya bisa kencing. Sekitar pukul 02.00 Wita istri saya kritis dan saya tidak bisa membendung air mata ini melihat istri saya yang lagi kritis, saya terus membisikkannya Syadahtain agar dia bisa membacanya disaat kritis itu. Tapi kondisi istri saya terus memburuk dan langsung di bawa lari ke ruang ICU dan di ruang ICU tersebut dalam kondisi kritis istri saya memberikan saya pelukan yang terakhir dalam hidupnya. Dan esok harinya Jum'at 5 Pebruari 2010 kurang lebih pukul 09.00 Wita istri saya menghadap Sang Pencipta ALLAH SWT.

Selamat jalan istri tercinta, engkau telah mendapatkan mati sebagai seorang sahid."Tanda mati husnul khatimah, khusus bagi wanita, ialah meninggal saat nifas, ataupun meninggal saat sedang hamil. Telah diriwayatkan sebuah Hadits shahih dari Imam Ahmad, dengan sanad Ubadah bin Ash Shamit ra, bahwa Nabi Muhammad SAW menyebutkan beberapa syuhada’, diantaranya, Maksud Hadist: “…Dan wanita yang dibunuh anaknya (kerana melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusatnya ke Surga(syahid akhirat)”.

Sesuai dengan amanat dari mu sayang anak kita saya berikan nama "MUHAMMAD HAKAM AL AYUBI" dan kita panggil HAKAM.

Sayang, saya akan menjaga anak kita dengan sebaik-baiknya agar menjadi anak yang soleh kelak  dan supaya ada yang mendo'akan ibu bapaknya. Amin.
READ MORE - Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un : Sahidnya Istri Ku Tercinta

Hamzah Bin Abdul Mutthalib - Singa Allah

.
4 komentar


Thabarani telah mengeluarkan dari Al-Harits At-Taimi dia berkata: Adalah Hamzah bin Abdul Mutthalib r.a. pada hari pertempuran di Badar membuat tanda dengan bulu burung Na'amah (Bangau). Sesudah selesai peperangan, maka seorang dari kaum Musyrikin bertanya: Siapa orang yang bertanda dengan bulu burung Na'amah itu? Maka orang berkata:
Dialah Hamzah bin Abdul Mutthalib. Sambut orang itu lagi: Dialah orang yang banyak memalu kita di dalam peperangan itu. (Majma'uz Zawa'id 6:81)

Bazzar mengeluarkan dari Abdul Rahman bin Auf ra. dia berkata: Bertanya Umaiyah bin Khalaf kepadanya: Hai Abdullah! Siapa orang yang memakai bulu burung Na'amah di dadanya pada perang Badar itu? jawabku: Dia itu paman Muhammad, dialah Hamzah bin Abdul Mutthalib ra. Berkata lagi Umaiyah bin Khalaf: Dialah orang yang banyak memalu kita dengan senjatanya sehingga dia dapat membunuh ramai di antara kita. (Majma'uz Zawa'id 6:81)

Hakim telah mengeluarkan dari Sabir bin Abdullah ra. dia berkata: Rasulullah SAW mencari-cari Hamzah pada hari Ubud setelah selesai peperangan, dan setelah semua orang berkumpul di sisinya: Di mana Hamzah? Maka salah seorang di situ menjawab: Tadi, saya lihat dia berperang di bawah pohon di sana, dia terus menerus mengatakan: Aku singa Allah, dan singa RasulNya! Ya Allah, ya Tuhanku! Aku mencuci tanganku dari apa yang dibawa oleh mereka itu, yakni Abu Sufyan bin Harb dan tentera Quraisy. Dan aku memohon uzur kepadamu dari apa yang dibuat oleh mereka itu dan kekalahan mereka, yakni tentera Islam yang melarikan diri! Lalu Rasulullah SAW pun menuju ke tempat itu, dan didapati Hamzah telah gugur. Bila Beliau melihat dahinya, Beliau menangis, dan bila melihat mayatnya dicincang-cincang, Beliau menarik nafas panjang. Kemudian Beliau berkata: Tidak ada kain kafan buatnya?! Maka segeralah seorang dari kaum Anshar membawakan kain kafan untuknya. Berkata Jabir seterusnya, bahwa Rasulullah SAW telah berkata: Hamzah adalah penghulu semua orang syahid nanti di sisi Allah pada hari kiamat. (Hakim 3:199)

Ibnu Ishak telah mengeluarkan dari Ja'far bin Amru bin Umaiyah Adh-Dhamri, dia berkata: Aku keluar bersama Abdullah bin Adiy bin Al-Khiyar pada zaman Mu'awiyah ra... dan disebutkan ceritanya hingga kami duduk bersama Wahsyi (pembunuh Hamzah ra.), maka kami berkata kepadanya: Kami datang ini untuk mendengar sendiri darimu, bagaimana engkau membunuh Hamzah ra. Wahsyi bercerita: Aku akan memberitahu kamu berdua, sebagai mana aku sudah memberitahu dahulu kepada Rasulullah SAW ketika Beliau bertanya ceritanya dariku.

Pada mulanya, aku ini adalah hamba kepada Jubair bin Muth'im, dan pamannya yang bernama Thu'aimah bin Adiy telah mati terbunuh di perang Badar. Apabila kaum Quraisy keluar untuk berperang di Uhud, Jubair berkata kepadaku: Jika engkau dapat membunuh Hamzah, paman Muhammad untuk menuntut balas kematian pamanku di Badar, engkau akan aku merdekakan. Bila tentera Quraisy keluar ke medan Uhud, aku turut keluar bersama mereka. Aku seorang Habsyi yang memang mahir untuk melempar pisau bengkok, dan sebagaimana biasanya orang Habsyi, jarang-jarang tidak mengenai sasaran apabila melempar. Apabila kedua belah pihak bertempur di medan Uhud itu, aku keluar mencari-cari Hamzah untuk kujadikan sasaranku, sehingga aku melihatnya di antara orang yang bertarung, seolah-olahnya dia unta yang mengamuk, terus memukul dengan pedangnya segala apa yang datang menyerangnya, tiada seorang pun yang dapat melawannya. Aku pun bersiap untuk menjadikannya sasaranku. Aku lalu bersembunyi di balik batu berdekatan dengan pohon yang dia sedang bertarung, sehingga apabila dia datang berdekatan denganku, mudahlahlah aku melemparkan pisau racunku itu.

Tatkala dia dalam keadaan begitu, tiba-tiba datang menyerangnya Sibak bin Abdul Uzza. Apabila Hamzah melihat Sibak datang kepadanya, dia berteriak: Mari ke sini, siapa yang hendak mencari maut! Dipukulnya dengan sekali pukulan kepalanya terus berguling di tanah. Maka pada ketika itulah, aku terus mengacung-acungkan pisau bengkokku itu, dan apabila aku rasa sudah tepat sasaranku, aku pun melemparnya kepada Hamzah mengenai bawah perutnya terus rnenembusi bawah selangkangnya. Dia mencoba hendak menerkamku, tetapi dia sudah tidak berdaya lagi, aku lalu meninggalkannya di situ sehinggalah dia mati. Kemudian aku kembali lagi untuk mengambil pisau bengkokku itu, dan aku membawanya ke perkemahan kami. Aku duduk di situ menunggu, dan aku tidak punya hajat yang lain, selain dari hendak membunuh Hamzah agar aku dapat dimerdekakan oleh tuanku.

Apabila kami kembali ke Makkah, seperti yang dijanjikan oleh tuanku, aku dimerdekakan. Aku terus tinggal di Makkah. Dan apabila kota Makkah ditakluki oleh Rasulullah SAW aku pun melarikan diri ke Tha'if dan menetap di sana. Apabila rombongan orang-orang Tha'if bersiap-siap hendak menemui Rasulullah SAW untuk memeluk Islam, aku merasa serba salah tidak tahu ke mana harus melarikan diri. Aku berfikir, apakah aku harus melarikan diri ke Syam, atau ke Yaman, ataupun ke negeri-negeri lainnya, sampai kapan aku akan menjadi orang buruan?! Demi Allah, aku merasakan diriku susah sekali. Tiba-tiba ada orang yang datang kepadaku memberi nasehat: Apa yang engkau susahkan? Muhammad tidak membunuh orang yang masuk ke dalam agamanya, dan menyaksikan syahadat kebenaran! Aku tidak ada jalan melainkan menerima nasehat itu. Aku pun menuju ke Madinah untuk menemui Rasulullah SAW Memang tiada disangka-sangkanya melainkan dengan tiba-tiba Beliau melihatku berdiri di hadapannya menyaksikan syahadat kebenaran itu. Beliau lalu menoleh kepadaku seraya berkata: Apakah engkau ini Wahsyi? Jawabku: Saya, wahai Rasulullah! Beliau berkata lagi: Duduklah! Ceritakanlah bagaimana engkau rnembunuh Hamzah?! Aku lalu menceritakan kepadanya seperti aku menceritakan sekarang kepada kamu berdua.

Apabila selesai bercerita, Beliau berkata kepadaku: Awas! Jangan lagi engkau datang menunjukkan wajahmu kepadaku! Kerana itu aku terus-menerus menjauhkan diri dari Rasulullah SAW supaya Beliau tidak melihat wajahku lagi, sehinggalah Beliau wafat meninggalkan dunia ini. Kemudian apabila kaum Muslimin keluar untuk berperang dengan Musailimah Al-Kazzab, pemimpin kaum murtad di Yamamah, aku turut keluar untuk berperang dengannya. Aku bawa pisau bengkok yang membunuh Hamzah itu. Ketika orang sedang gawat bertempur, aku mencuri-curi masuk dan aku lihat Musailimah sedang berdiri dan di tangannya pedang yang terhunus, maka aku pun membuat persiapan untuk melemparnya dan di sebelahku ada seorang dari kaum Anshar yang sama tujuan denganku. Aku terus mengacung-acungkan pisau itu ke arahnya, dan apabila aku rasa sudah boleh mengenai sasarannya, aku pun melemparkannya, dan mengenainya, lalu orang Anshar itu menghabiskan hidupnya dengan pedangnya. Aku sendiri tidak memastikan siapa yang membunuh Musailimah itu, apakah pisau bengkokku itu, ataupun pedang orang Anshar tadi, hanya Tuhan sajalah yang lebih mengetahui. Jika aku yang membunuhnya, maka aku telah membunuh orang yang terbaik pada masa hayat Rasulullah SAW dan aku juga sudah membunuh orang yang paling jahat sesudah hayat Beliau. (Al-Bidayah Wan-Nihayah 4:18)

Bukhari telah mengeluarkan dari Ja'far bin Amru sebagaimana cerita yang sebelumnya, cuma apabila orang ramai berbaris untuk berperang, lalu keluarlah Sibak seraya menjerit: Siapa yang akan melawanku? Hamzah pun keluar untuk melawannya, lalu Hamzah berkata kepadanya: Hai Sibak! Hai putera Ummi Anmar, tukang sunnat orang perempuan! Apakah engkau hendak melawan Allah dan RasulNya? Hamzah lalu menghantamnya dengan suatu pukulan yang keras menghabiskannya.

http://www.indogamers.com/f176/islam_kisah_kisah_sahabat_nabi-171897/
READ MORE - Hamzah Bin Abdul Mutthalib - Singa Allah

Related Posts with Thumbnails
 

Klik Untuk Jadi Anggota

Link Exchang

Inser Your Link Here

Apitaik.Blogspot.Com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com
top